Puja Mandala, Tempat Dimana 5 Agama Saling Toleransi

Jumat, September 04, 2015



Pulau Dewata Bali sudah tak asing lagi bahwa masyarakat yang bermukim disana mayoritas beragama Hindu. Tapi apakah kalian tau, kalau di kawasan bukit Kampial, yang biasa kita lewati jika hendak ber-vakansi ke kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dari Tanjung Benoa terdapat bangunan ibadah lima agama yang ada di Indonesia yang terletak dalam satu kompleks, mungkin juga hanya satu-satunya di dunia.

Yap, Puja Mandala yang berarti ruang untuk melakukan persembahyangan. Kita dapat melihat lima bangunan peribadatan yang berdampingan, mulai dari Masjid, Gereja Katolik, Wihara, Gereja Kristen Protestan, dan Pura. Disana kita dapat melihat toleransi beragama ketika ibadah sedang berlangsung karena setiap agama mempunyai jadwal rutin yang berbeda dalam beribadah. 

Keberadaan kompleks bangunan ibadah Puja Mandala justru menarik minat para wisatawan untuk datang menyaksikan bangunan yang megah dan unik ini. Sehingga menambah banyak destinasi wisata di Pulau Bali.

Kompleks Puja Mandala juga sering disebut sebagai miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia, selain itu tempat ini telah membuktikan bahwa umat beragama di Indonesia bisa hidup rukun berdampingan tanpa adanya sentimen agama.

1. Masjid Agung Ibnu Batutah


Interior Masjid Agung Ibnu Batutah terlihat seperti masjid pada umumnya. Warna kuning lebih mendominasi masjid ini. Masjid ini memiliki tiga lantai dan lantai dasar diperuntukkan bagi jamaah Wanita.

2. Gereja Protestan Jemaat Bukit Doa


Gereja ini memiliki menara lonceng dengan bentuk lonceng yang berbeda. Bangunan utama gereja memiliki dua lantai dengan dinding yang menggunakan batu marmer.

3. Pura Jagatnatha


Keberadaan Pura memang sudah umum di Bali dan berbentuk pura pada umumnya. Namun jika sudah bersanding dengan bangunan ibadah umat lain tentu terlihat berbeda. 

4. Gereja Katholik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa

Bentuk bangunan gereja ini juga sama halnya dengan gereja lain. Di depan bangunan utama terdapat menara lonceng. Di bagian dalam terdapat ruangan dengan altar yang cukup besar.

5. Vihara Buddha Guna


Bangunan Vihara ini cukup artistik dengan adanya banyak patung cantik di bagian luar. Mulai dari patung gajah putih di gerbang masuk, naga putih di samping bangunan dan tentunya patung Sang Buddha. Warna putih dan emas membuat semakin cantik bangunan ibadah ini.

***
Tempat-tempat ibadah yang saling berdampingan itu adalah sebuah cerminan agar kita saling menghormati kerukunan beragama, perbedaan memang tak bisa dihindari, tapi jika kita dapat menghargai perbedaan, maka kehidupan yang damai akan tercipta dengan sendirinya. Sungguh bangga menjadi Indonesia dengan kekayaan alam dan keanekaragaman suku, ras dan agama nya. Sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia turut menjaga kelestariannya. 

I Love You Indonesia!

Bisa Dibaca Juga

2 Komentar

  1. Baru tau ada yang begini. Adem banget liatnya~
    kalau ke Bali kayanya harus kesini untuk charge iman dan toleransi heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba semua orang di Indonesia punya sikap yg ngewakilin puja mandala, pasti adem ya mba haha

      Hapus